Saturday, April 29, 2017

the reason why i should be an INDEPENDENT WOMAN

selentingan pembicaraan gua dan temen gua waktu kemarin malam tentang dia yang bilang "Teh Ute keren ya ga matre"
kalau ditanya kenapa gua tiba-tiba nulis ini semua? itu semua karena mau meluruskan gua bukannya GA MATRE, gua sangat matre ko gua sangat suka UANG, tapi gua ga mau jadi matre yang nyusahin orang.
 MATRE? tapi ga nyusahin orang? ini adalah jawaban gua.

Hmm "INDEPENDENT WOMAN"

2 kata yang cukup membuat gua pribadi merasa itu harus ada dalam diri dan hidup gua.

ada banyak pertanyaan "KENAPA" yang datang ke gua pribadi baik itu dari teman, sahabat, ataupun dari cowo gua sendiri, dan ada banyak juga alasan "KARENA" yang gua rasa bisa menjadi beberapa alasan gua utnuk menjawab semua pertanyaan kenapa tersebut.

yups, seperti postingan gua yang lalu  yang gua cerita obrolan serius gua sama Yulvi tentang nikah. Intinya sih masih sama, intinya gua ga mau jadi perempuan yang cuma andelin orang lain, tapi gua harus bisa jadi wanita yang bisa mengurus semuanya sendiri (bukan artinya gua ga butuh pertolongan ya).

sebagai makhluk sosial gua tetep butuh yang namanya dibantuin ataupun meminta bantuan, tapi harus tetap dengan kadar yang pas, ga keseringan dan ga merepotkan orang lain. Alasan gua buat jadi sesosok wanita yang mandiri juga ga melulu tentang KEEGOISAN gua sebagai wanita buat bisa dapetin apa yang gua mau tanpa merugikan orang lain (walau memeang terkesan egois dan angkuh).

menjadi perempuan yang mandiri tentunya bukan cuma ada dibenak gua sekarang-sekarang ini tapi udah dari bertahun-tahun silam yang lalu, bahkan disaat gua masih dibawah umur untuk gua mikirin gimana caranya buat lanjutin hidup yang gua punya.

alesan gua buat jadi wanita yang mandiri:
  1. gua adalah manusia yang terlahir bukan dari keluarga yang melimpah ruah hartanya sehingga tanpa ngapa-ngapain semua yang gua pengen bisa gua dapetin dengan mudah, dan karena latar belakang itulah gua memutuskan gua harus jadi wanita yang mandiri.
  2. masa lalu gua yang bisa dibilang "dicaci" oleh orang-orang yang dekat (tapi jauh) dalam hidup gua ngebuat mental gua jadi ditempa dan bikin gua berfikir keras "gimana caranya biar gua ga dicaci lagi? LET MY SUCCESSES SHOW IT TO THEM". ini juga jadi salah satu alasan gua kenapa gua harus jadi wanita yang mandiri. Yups gua muak gua dicaci, gua muak gua direndahin hanya karena gua kurang pintar.

    dulu banget hanya dua alasan ini yang bikin gua dan mengharuskan gua jadi seorang wanita yang mandiri, tapi seiring bertambahnya usia dan berjalannya waktu, maka alasan gua pun bertambah:
  3. suatu hari nanti gua bakal nikah gua bakal punya rumah tangga dan kemungkinan buruk dan terburuk pun bisa terjadi di kehidupan gua, misalnya gua divorced sama laki gua nanti atau bahkan kemungkinan terburuknya gua ditinggal mati. Terus apa yang bisa gua lakuin kalau gua ga mempersiapkan buat jadi wanita yang mandiri?? gua ga bisa dong diem gitu aja nunggu belas kasih orang  lain, gua kan harus survive.
  4. terus akhir-akhir ini gua pun mikir (ini adalah alasan yang gua utarakan ke Yulvi). Gua dan Yulvi punya mimpi yang gua rasa indah yupss gua punya mimpi kalau "We Both, Can Grow Old Together" tapi gua dan Yulvi sama-sama dari NOL BESAR dan itu tandanya gua ga mungkin dong naruh beban harapan itu hanya di pundak Yulvi aja dan biarin dia nanggung itu semua sendirian, perempuan macam apa coba gua, belum apa-apa gua udah ga bisa survive bareng. Ga mungkin dong gua hanya duduk nunggu dia sukses sendirian dan tiba-tiba jemput gua macem pangeran dari negeri dongeng lalu bawa gua ke kastilnya.
  5. (ini juga masih alesan yang gua utarakan ke Yulvi) dan jika buruknya ternyata gua ga berjodoh dengan dia, iya kaya postingan kemarin yang gua tulis, gua mungkin emang ga akan pernah lagi buat mau mencoba ada di suatu hubungan dan mulai semuanya dari awal lagi lalu jatuh cinta lagi, lalu patah hati lagi, lalu jatuh cinta lagi, punya mimpi indah bareng lagi. NGGA NGGA dan NGGA gua ga mau mikirin itu semua lagi, kalau ternyata gua emang ga berjodoh sama dia gua bakal tetap lanjutin hidup gua sendiri yaaa hanya ada gua dan diri gua (mungkin keluarga gua "sedikit") dan itu adalah alasan kenapa jadi WANITA YANG MANDIRI sangat diperlukan oleh hidup gua, karna gua harus mempersiapkan diri gua sendiri buat gua terus hidup.

    gua fikir itu semua alasan yang cukup mewakili pertanyaan "KENAPA", tapi ternyata ada satu lagi alasan yang ternyata harus ngebuat gua jadi sesosok wanita yang mandiri.
  6. Kalau nanti gua punya rumah tangga bareng Yulvi, gua ga mungkin menitik beratkan semua kebutuhan gua ke dia, karena Yulvi adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarganya dan itu artinya Yulvi nantinya punya banyak tanggung jawab yang mesti dia tanggung di pundak, punggung dan pikirannya. Ya suatu hari nanti papah Yulvi akan pensiun dan itu jadi kewajiban Yulvi untuk membiayai orangtuanya, dan mungkin kaka perempuannya juga. Gua pengen bisa hidup bareng sama dia tapi gua ga mau dan ga mungkin NIMPA semua beban yang ada di pundak, punggung, dan pikiran dia dengan beban kebutuhan gua juga. Itu alasan tambahan kenapa gua harus jadi WANITA YANG MANDIRI.
bagi gua asalkan dia tetap pada fungsinya sebagai penafkah rumah tangga dan anak-anak gua, gua udah sangat berterimakasih ke dia, dan gua rasa ini juga akan menjadi salah satu bakti gua nantinya jadi seorang istri karena gua ga memperburuk bebannya, mungkin kalau gua nanti dapet apa yang gua butuhkan dari dia gua akan menganggap itu adalah bonus gua bukan menjadi kewajiban gua, karna kebutuhan gua akan gua persiapkan dari sekarang dengan cara menjadi WANITA YANG MANDIRI.

gua rasa untuk saat ini hal-hal diatas tadi sangat cukup untuk mewakili alasan-alasan gua.




INDEPENDENT WOMAN


Yutiaza Hs


Post a Comment