Thursday, December 18, 2014

PESAN RINDU SANG AWAN




kadang terpikir
adakalanya kesenangan berubah dan memudar
membekas di sudut kecil disana
samar- samar kini aku mengingat


kala kita bersama, bercanda, bahkan marah
kini aku disini dan menatap jalanan itu
sepi tak seperti biasanya
hanya bising sesekali yang terdengar


ku perhatikan sekitarku
mereka berjalan, melamun, berlari, bahkan sibuk
tembok dihadapankupun hanya diam kaku
seolah menutup mata atas semua yang sedang terjadi


hey nampaknya awan itu kelabu
aku tau
dia hanya ingin meluapkan kesedihannya
tampaknya dia sedang merindu


atas dia yang jauh tak tertampak
awan merindukan dia yang jauh
sampai dia menjadi kelabu
karena hampa hatinya

tapi,,,,

dia yang jauh
apakah diapun memikirkan sang awan?
kasihan awan kelabu
semakin jauh, berjarak
terkadang ragu
bimbang antara iya dan tidak
antara sebuah fakta atau hanya alibi saja


sial
ternyata sudah terlalu dalam
terlalu terbuai mungkin
BODOH


secarik kata dalam satu nafas
aku percaya, mengiyakan, dan mengangguk
ketika itu hanya sejengkal jarak kita
sekarang berpuluh-puluh mil pula rasanya


sedikit gaduh terdengar antara
batin dan logika yang sedang berperang
di deretan pesanpun bukan lagi
satu kata yang ku mau


kau jauh tertinggal di belakang
hahahaha
tampaknya aku menjadi sedikit gila
ya awan hanya merindu

yutiaza HS


Post a Comment