Tuesday, October 04, 2016

sepercik tentang KARAWANG




Entah kenapa selama beberapa hari ini bahkan beberapa minggu ini ada satu kata yang selalu aku fikirkan dan aku ingat kembali akan kenangan - kenangan di dalamnya.

"KARAWANG"
first time went to Karawang

Ya Karawang memang hanya satu kata untuk sebuah kota kecil yang tidak menarik bila dibandingkan dengan kota kecil lainnya yang tentu sangat menarik.

mungkin bagi kebanyakan orang kalimat itulah yang bisa menggambarkan tentang kota Karawang, tapi bagiku tidak dan bukan itu. Karawang bagiku adalah

kota dimana awal bergantungnya semua awal doa dan harapan yang aku panjatkan untuk seseorang namun Karawang juga adalah sebuah kota dengan awal sirnanya semua harapan dan doa itu.

beberapa cerita dibalik Karawang
Karawang satu kota kecil dengan banyak cerita di dalamnya, dari cerita tentang semua manis indahnya hingga cerita pahit dukanya.
"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi".-Pidi Baiq
jika Pidi Baiq melafalkan syair itu sehingga menjadi virus seketika para pengadu perasaan, tapi tidak bagiku karena Karawang adalah kota yang dapat aku gambarkan untuk semua syair itu. Bahkan untuk saat ini jangankan mendengar atau mengatakan Karawang, hanya membayangkannya saja rasanya perasaan ini kembali bercampur aduk sampai - sampai mata pun tak kuasa untuk menahan semua air yang memaksa keluar ini.



Ya, Karawang terlalu banyak cerita di dalamnya, cerita yang hanya bisa aku mengerti. Cerita tentang aku, kamu, dan kita. Cerita tentang suka hingga duka, cerita dari harus menahan amarah karena kesal dengan rindu yang tak bertepi hingga luapan rasa haru dengan waktu yang terasa selalu begitu cepat setiap detiknya yang tentunya amat sangat aku nikmati.

Karawang mungkin menjadi saksi untuk semua yang sudah aku lalui, Karawang mungkin tempat berkumpulnya semua cerita itu, dan sebuah petak persegi panjang yang menjadi saksi bisunya.
Karawang adalah tempat dimana aku menjadi orang yang kehilangan akal sekaligus tempat dimana aku melarikan diri saat akal sehat ku kembali datang, tempat dimana aku menjadi si PETUALANG yang berani, berani mengambil semua tindakan yang tak pernah aku lakukan sebelumnya.

Apa aku merasa takut? mungkin terkadang
karena Karawang juga tempat dimana yang membuat aku selalu takut dengan kata "PERPISAHAN".
Hey, aku rasa aku bukan takut akan perpisahan tapi lebih takut akan "KEHILANGAN".

Tapi Karawang juga adalah tempat dimana aku berani untuk mempertaruhkan dan menghilangkan semuanya. Gila memang tapi memang Karawang sangat berarti bagiku.

10 tiket yg berarti


Pagi hari yang selalu membuat aku tersenyum
siang hari yang membuat aku bosan
sore hari yang  membuat aku menunggu
dan malam hari yang selalu indah

Aku sangat menikmati Karawang, menikmati cerita yang terselip antara aku, kamu, dan kita.
Dan lalu...........
Pagi hari itu adalah perjalanan pulangku terakhir kalinya untuk kembali ke realita, tapi tetap indah walaupun hujan kala itu.
Dan,,,,,,
pagi hari lainnya menjadi mimpi terburukku dan aku mengucapkan
Selamat tinggal kota yang penuh dengan kenangan yang menumbuhkan sebuah harapan dan doa dan juga dengan sekilas saja melenyapkannya".
Bagiku Karawang tetap menjadi tempat dan saksi bisu semua tawa, tangis, amarah, dan kenangan itu.





penikmat setiap cerita akan Karawang



Yutiaza




Post a Comment