kami dan mimpi kami
tidak tahu siapa yang benar atau siapa yang salah atau apa yang benar dan apa yang salah yang kami tahu, kami hanya menjalani skenario-Nya yang kami tahu, kami hanya sepasang insan yang mencoba menjadi satu apakah benar tembok terbesar dalam sebuah perbedaan adalah keyakinan? lantas apa yang terjadi jika keyakinan itu sulit untuk melunak? apa harus bertahan pada sisi masing-masing? atau menerobos tapi menyalahi? atau melunak tapi tak sesuai hati? rasa kasih dan sayang pun bukan kita yang menentukan hanya kami yang menjalani hanya kami yang merasa lalu apa tujuan dari semua ini? jika kamu bertanya, apakah dengan berbedanya apa yang kami yakini aku masih akan tetap ada? ya, tentu aku akan tetap ada karena sungguh tidak mungkin aku dapat pergi sudah cukup terperangkap, dan sudah terlalu dalam, sehingga tak mungkin aku pergi tapi, mungkin kita memang tak bertakdir untuk dalam satu ikatan yang SAH aku sudah terlalu banyak mengingkari dan menjadi...